Siaran pers

Penjahat Siber Dapat Lakukan Perekrutan Pasukan Penambang Uang Digital Melalui Perangkat Iot yang Rentan di Mobile World Congress 2018

Penjahat Siber Dapat Lakukan Perekrutan Pasukan Penambang Uang Digital Melalui Perangkat Iot yang Rentan di Mobile World Congress 2018

Penjahat Siber Dapat Lakukan Perekrutan Pasukan Penambang Uang Digital Melalui Perangkat Iot yang Rentan di Mobile World Congress 2018


Avast akan mendemonstrasikan bagaimana perangkat IoT dan ponsel pintar bisa diretas untuk menambang uang digital

Mobile World Congress, Barcelona / Redwood City, California, 26 Februari 26, 2018 –Sebagai pemimpin global dalam produk keamanan digital, Avast akan hadir di Mobile World Congress 2018 dan melakukan sebuah eksperimen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kelemahan-kelemahan IoT (internet of things) dan perangkat mobile dengan menambang uang digital menggunakan TV pintar. Pada tahun lalu, penjahat dunia maya telah menyalahgunakan perangkat smartphone dan IoT untuk menambang coin digital tanpa sepengetahuan pengguna. Mengalami bagaimana perangkat mereka sendiri dapat terinfeksi, peserta akan diundang untuk mengambil bagian menggunakan smartphone mereka untuk menambang Monero, sebuah mata uang digital yang populer di kalangan penjahat dunia maya karena anonimitasnya.

Penelitian awal yang dilakukan Avast menunjukkan bahwa, selama empat hari kongres berlangsung, ‘pasukan perangkat’ berjumlah lebih dari 15.800 perangkat akan dibutuhkan untuk menambang US$1.000 uang digital Monero. Ponsel Pintar dan perangkat IoT, seperti TV pintar, webcam dan termostat, umumnya memiliki kapasitas komputasi yang rendah, artinya mereka sebenarnya kurang kuat untuk menambang uang digital. Dengan alasan ini, penjahat siber hendak melakukan serangan secara masal untuk memaksimalkan profit yang bisa mereka dapat. Korban yang perangkat IoT-nya sedang dimanfaatkan oleh penjahat siber tidak akan menyadari karena perangkat tersebut tidak memberi indikasi sekuat PC ketika mengalami panas yang berlebih atau penurunan performa.

"Sebelumnya, penjahat siber  memfokuskan penyebaran malware untuk memanfaatkan PC korban sebagai mesin penambang uang digital, namun sekarang, kami melihat ada peningkatan dalam serangan terhadap perangkat IoT dan ponsel pintar,” kata  Gagan Singh, Senior Vice President and General Manager of Mobile, Avast. “Menurut data terkini dari Shodan.io, sebuah mesin pencari untuk perangkat yang terkoneksi di internet, sebanyak 58.031 perangkat pintar di Barcelona  rentan terhadap serangan malware. Jika mereka berhasil ‘direkrut’ menjadi botnet untuk menambang Monero pada Mobile World Congress, penjahat siber akan mendapatkan uang digital senilai US$3.600 atau €3.000.  Penjahat siber tidak ingin menyerang ribuan perangkat, namun jutaan. Hal ini karena biaya untuk menambang uang digital sangat tinggi, sehingga keuntungan dari usaha menambang uang tersebut bisa sangat kecil.”

Ekosistam perangkat IoT yang kompleks dan lokasi perangkat yang bisa diketahui secara publik telah menciptakan peluang bagi penjahat siber untuk mengeksploitasi keamanan dan privasi korban. Pada 2017, botnet IoT pertama muncul sebagai hasil pengembangan dari botnet Mirai yang termasyhur. Botnet tersebut diprogram untuk menambang uang digital. Sejak itu, risiko terhadap penjahat siber yang ingin mengendalikan perangkat IoT untuk menambang uang digital telah meningkat. Bagi korban, dampaknya adalah tagihan listrik yang tinggi, penurunan performa dari perangkat secara signifikan dan umur pakai perangkat yang lebih pendek.

Sebenarnya, malware penambang uang digital hanya satu dari sekian banyak risiko yang dihadapi rumah dengan perangkat IoT. Salah satu risiko besar lain adalah tereksposnya privasi korban, yang semakin meningkat dengan meningkat dengan bertambahnya jumlah kamera pengawas dan speaker pintar. Perangkat-perangkat ini bisa diretas penjahat siber untuk melihat dan mendengar aktivitas sehari-hari kita. Avast hari ini mengumumkan tersedianya Avast Smart Life, sebuah solusi yang mengatasi ancaman terhadap keamanan IoT agar keamanan dan privasi Anda di rumah.

Di stan Avast, pengunjung akan memiliki kesempatan untuk melihat secara real-time berapa banyak TV pintar dan ponsel pintar yang berhasil diperdayai untuk menambang uang digital. Peserta yang berpartisipasi dalam eksperimen dengan ponsel mereka akan mendapatkan sebuah power bank, dan peserta yang berhasil mengumpulkan koin terbanyak akan memenangkan sebuah Samsung Galaxy S8 dengan aplikasi Avast Mobile Security terpasang, yang melindungi pengguna dari ancaman termasuk malware penambang uang digital. Avast akan menyimpan Monero yang ditambang, dan akan menyumbangkan jumlah uang yang terkumpul sampai dengan Mobile World Congress 2019 ke sebuah organisasi yang berada di Spanyol, PantallasAmigas, yang berfokus pada pendidikan mengenai dan peningkatan kesadaran akan ancaman siber di kalangan anak-anak dan orang dewasa.

Peserta Mobile World Congress dapat mengunjungi stan Avast di aula 7, stan 7C60 untuk melihat dan berpartisipasi dalam demonstrasi yang akan dilakukan.

Media: Gagan Singh, SVP and general manager, Mobile, Avast, akan hadir di stan Avast untuk memberikan penjelasan singkat tentang masa depan keamanan IoT.